Rabu, 16 April 2014

Kebijakan Pemerintah Dibidang Ekonomi

MAKALAH EKONOMI
KEBIJAKAN PEMERINTAH DIBIGANG EKONOMI



DI SUSUN OLEH :
1.     AIDINA EKA KARINA  (01)
2.     GITA DEWI PRIYONO  (10)
3.     SRI YULIANI                   (28)
4.     WIDI AULIA SARI          (30)


SMA NEGERI 1 BATANG
TAHUN AJARAN 2012/2013



KATA PENGANTAR


 Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmatnya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG EKONOMI
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas Ekonomi.  
Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yag di miliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat-sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini
Dalam penulisan makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.      Ibu Hj. Maryati selaku guru ekonomi dan akuntansi di SMA N 1 BATANG
2.      Rekan-rekan atau semua teman-teman  kelas  yang telah banyak membantu.
3.      Secara khusus penulis menyampaikan terimaksaih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan bantuan serta pengertian yang besar kepada penulis, baik Selama mengikuti pendidikan maupun dalam menyelesaikan makalah ini.
4.      Semua pihak yang tidak dapat di sebutkan satu persatu, yan telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah ini.

Sudah tentu kekurangan – kekurangan akan terdapat dalam laporan ini. Karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun dari setiap pembaca sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan laporan ini, terima kasih.









Penulis



PETA KONSEP

PENGERTIAN EKONOMI
#Menurut bahasa dan istilah
Secara bahasa ekonomi berasal dari bahasa yunani, yakni oikos yang berarti aturan dan nomos yang berarti rumah tangga. Dengan demikian secara sederhana ekonomi memiliki arti sebagai aturan yang mengatur keuangan rumah tangga. Sedangkan secara istilah ekonomi berarti segala upaya yang dilakukan manusia agar kebutuhannya tercapai.

# PAUL A. SAMUELSON
Ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat

3 ANALISI DALAM MEMPELAJARI EKONOMI
Saat kita belajar ekonomi kita melakukan beberapa analisis yang disebut analisa ekonomi.Ada beberapa jenis analisis ekonomi yakni:
1. Ekonomi Teori (economics analysis) yaitu ilmu yang menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan hubungan-hubungan itu dalam suatu hubungan ekonomi.contoh: hukum permintaan, hukum penawaran,teori produksi,dan lain-lain.
2. Ekonomi Deskriptif (deskriptive economics), yaitu ilmu yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dari perekonomian tsb.Contohnya: keadaan petani di Klaten,inflasi tahun 1997,dst.
3. Ekonomi Terapan (applied economics), yaitu ilmu ekonomi yang menelaah kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam mengatasi masalah-masalah ekonomi.
contoh: ekonomi moneter, ekonomi koperasi, ekonomi perusahaan,dll

SEJARAH EKONOMI MIKRO DAN MAKRO
Ilmu ekonomi lahir karena adanya kelangkaan, dimana kebutuhan tidak dapat dicukupi oleh sumberdaya yang ada. Upaya untuk memenuhi kelangkaan tersebut mendorong munculnya benturan kepentingan antara pelakunya, hal ini karena pada dasarnya manusia itu serakah, ingin memiliki lebih dari yang lain atau dalam bahasa ekonomi disebut profit. Para pelaku ekonomi ntah itu individu, perusahaan maupun pemerintah pada prinsipnya menginginkan hal yang sama, yaitu keuntungan. Nama dan jenis keuntungan ini kemudian dibedakan menjadi gaji/upah, bunga, dividen, sewa dan pajak sesuai dengan pelaku yang memperolehnya. Pertarungan (perilaku) pelaku-pelaku dalam upaya mencukupi kelangkaan yang ada dan profit yang ingin didapatkan serta pengaruhnya masing-masing adalah tema yang dipelajari oleh ilmu ekonomi.
Kemudian pada perkembangannya kita mengenal pembedaan Ekonomi Mikro dan Makro. Pembedaan ini didasarkan pada penekanan tema pembahasan oleh para pakar ekonomi. Kelompok ekonomi mikro menekankan analisisnya pada prilaku individu seperti perusahaan (produsen), tenaga kerja dan konsumen dalam konteks yang lebih terbatas (industri). Sedangkan kelompok ekonomi makro, fokusnya adalah bagaimana prilaku para agen ekonomi dalam konteks agregat (keseluruhan).
Hal lain yang membedakan kedua teori ini adalah penggunaan asumsi-asumsi. Teori Ekonomi Mikro (Teori Ekonomi Klasik) memiliki asumsi bahwa struktur pasar merupakan persaingan sempurna, informasi bersifat sempurna dan simetris, input dan output adalah homogen, para pelaku ekonomi bersifat rasional dan bertujuan memaksimumkan keuntungan. Kemudian, teori ini juga berasumsi bahwa proses penyesuaian lewat mekanisme pasar dapat tercapai seketika itu juga serta uang hanya berfungsi sebagai alat transaksi. Teori Klasik menekankan masalah ekonomi pada sisi penawaran saja. Paham klasik ini dipelopori oleh Adam Smith (1723-1790) melalui bukunya An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) yang diikuti oleh beberapa ekonom antara lain Jean Baptiste Say (1767-1832) yang dikenal dengan Say’s Law : “…supply creates it’s own demand…” dalam bukunya A Treatise on Political Economy (1803) hingga ekonom A.C.Pigou (1877-1959)
Sementara itu Teori Ekonomi Makro lahir sebagai kritik terhadap teori ekonomi klasik akibat terjadinya Great Depression pada periode 1929-1933. Kelompok ini dipeloporin oleh John Maynard Keynes seorang ekonom Inggris melalui bukunya The General Theory of Employment, Interest and Money (1936). Kaum Keynesian berpandangan bahwa struktur pasar cenderung monopolistik, informasi tidak sempurna dan asimetris. Sementara itu input dan output yang dipertukarkan juga heterogen. Uang pun tidak hanya dipandang sebagai alat transaksi belaka namun juga sebagai penyimpan nilai yang memungkinkan uang digunakan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan melalui tindakan spekulasi. Dari asumsi-asumsi ini, Keynesian berpendapat bahwa peranan pemerintah dibutuhkan dalam mengelola perekonomian melalui instrument kebijakan fiskal dan moneter.
Berdasarkan pemahamannya, maka cara paling mudah untuk melihat apakah sebuah model ekonomi merupakan model Klasik atau model Keynesian dapat dilihat dari asumsi yang digunakan oleh model tersebut terhadap pasar dan uang. Bila pasar diasumsikan berstruktur persaingan sempurna sehingga intervensi pemerintah hampir tidak dibutuhkan, dan uang bersifat netral maka dapat disimpulkan model tersebut adalah model klasik. Sebaliknya bila pasar diasumsikan berstruktur bukan persaingan sempurna, uang tidak netral dan campur tangan pemerintah dibutuhkan dalam perekonomian maka model tersebut adalah model Keynesian.

PENGERTIAN EKONOMI MIKRO DAN MAKRO
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. Pengertian dan perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro terletak pada ruang lingkup kajian ekonomi. Berikut adalah pengertian dan perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro:
Ekonomi Makro

Ekonomi Makro, mengkaji mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel yang juga berdampak atas beragam tindakan pemerintah tersebut, antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ruang lingkup kajian ekonomi makro adalah usaha masyarakat dan pemerintah dalam mengelola faktor produksi secara efisien. Landasan kajian ekonomi makro adalah teori Keynes Ekonomi makro memusatkan perhatian pada usaha masyarakat sebagai satu kesatuan untuk melakukan efisiensi dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.
Ekonomi Mikro

Ekonomi Makro, mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Ruang lingkup kajian ekonomi mikro adalah produsen dan konsumen. Tradisi berlandaskan teori Adam Smith. Ekonomi mikro dengan demikian memiliki ruang lingkup pada produsen dan konsumen. Produsen dan konsumen tersebut dalam dunia ekonomi yang nyata adalah individu-individu pada rumah tangga keluarga, masyarakat, atau perusahaan.
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro

Harga
Ekonomi Mikro: Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja).
Ekonomi Makro: Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)

Unit analisis
Ekonomi Mikro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan.
Ekonomi Makro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.

Tujuan analisis
Ekonomi Mikro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.
Ekonomi Makro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan.


MASALAH  EKONOMI YANG DIHADAPI PEMERINTAH DI BIDANG MIKRO DAN MAKRO
 A.   Permasalahan Ekonomi Mikro
1.     Masalah harga dasar dan harga tertinggi
Tujuan penentuan harga dasar (Floor Price) adalah untuk melindungi produsen. Misalkan pada saat musim panen, maka harga beras menjadi turun sehingga para petani mengalami kerugian. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menentukan harga dasar beras untuk membantu para petani. Sedangakan tujuan penentuan harga tertinggi untuk melindungi konsumen. Pemerintah perlu menetapkan harga tertinggi untuk melindungi konsumen.
2.     Meningkatkan permintaan beras
Gagal panen menyebabkan penawaran beras berkurang sehingga harga beras naik. Untuk mengatasinya pemerintah melakukan impor beras untuk menambah jumlah penawaran beras sehingga harga bisa stabil.
3.     Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
Dengan naiknya harga BBM para pengusaha angkutan akan menaikan tarif angkutannya, sehingga masyarakatlah yang dirugikan, maka pemerintah bersama pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif umum.
4.     Masalah Monopoli
Praktik monopoli mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang jasa tertentu, sehingga merugikan masayarakat, mempersempit peluang usaha, maka pemerintah membuat peraturan, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
5.     Masalah Distribusi
Jalur distribusi yang panjang akan mengakibatkan harga barang mahal, maka pemerintah dan swasta memperpendek jalur distribusi.
B.    Permasalahan Ekonomi Makro
Ada lima masalah utama yang dihadapi pemerintah dibidang ekonomi antara lain:
1.     Masalah Kependudukan
Secara garis besar, ada lima masalah kependudukan yang dihadapi pemerintah, yaitu:
a)     Jumlah penduduk yang sangat besar.
    Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk terbesar di dunia, sehingga banyak persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi.
b)     Laju pertumbuhan penduduk yang pesat.
    Indonesia tergolong negara yang laju pertumbuhan penduduknya pesat.
c)     Komposisi penduduk menurut umur yang tidak menguntungkan.
    Usia muda berada dalam jumlah yang paling besar. Berarti penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun semakin meningkat dan kebutuhan akan lapangan kerja semakin besar pula.
d)     Penyebaran penduduk yang tidak merata
    Sekitar 70% penduduk di Indonesia berada di Pulau Jawa, ini membuat potensi alam yang ada di luar pulau jawa tidak dikelola secara optimal.
e)     Arus urbanisasi yang relatif tinggi.
Penduduk perkotaan berkembang semakin pesat karena sebagian masyarakat berbondong-bondong pindah ke kota untuk mencari pekerjaan. Untuk mengatasi persoalan kependudukan di atas, maka pemerintah melakukan berbagai kebijakan, yaitu: 
  Mengendalikan tingkat kelahiran dengan program keluarga berencana
  Menurunkan tingkat kematian ibu dan anak melalui program peningkatan gizi keluarga
  Mengadakan transmigrasi lokal maupun nasiaonal untuk pemerataan penyebaran penduduk
  Menyelenggarakan proyek-proyek di daerah serta proyek padat karya untuk
  Meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi arus urbanisasi.
2.     Masalah Kemiskinan
Kemiskinan adalah manifestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat. Beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, antara lain:
a)     Kebijakan Trilogi Pembangunan
b)     Kebijakan Impres Desa Tertinggal
c)     Pemberian Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)
d)     Kebijakan Intensifikasi Khusus (Insus)
e)     Pemberdayaan Koperasi
f)      Pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK)
g)     Pengembangan Kawasan Terpadu
h)    Program Bapak Angkat Untuk Usaha Kecil
3.     Masalah Keterbelakangan
Indonesia masih termasuk negara keterbelakang dalam bidang:
a)     Pendidikan, Tingakat pendidikan masih rendah, karena sebagian besar penduduk Indonesia hanya mengenyam pendidikan dasar.
b)     Kesehatan, Tingakt kematian yang masih cukup tinggi, disebabkan karena keternbatasan obat-obatan, tenaga medis, dan peralatan medis.
c)     Kemajuan Teknologi, Indonesia masih banyak mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk jenis pekerjaan tertentu. Peralatan mesin-mesin yang berteknologi tinggi pun masih didatangakn dari luar negeri.
d)     Sikap Mental Ekomomi, Indonesia saat masih menduduki tingkat yang tinggi dalam hal korupsi, kolusi dan nepotisme. Masih banyak juga penpuan dan pemalsuan terhadap produk-produk yang resmi. Banyak kegiatan pembajakan karya cipta dan disiplin kerja rendah.
e)     Ekonomi, Rendahnya pendapatan per kapita, banyaknya pengangguran, terbatasnya pasar untuk produk dalam negeri, tingkat manajemen, dan profesionalisme yang rendah.

4.     Masalah Lapangan Pekerjaan
Dampak dari krisis ekonomi adalah meningkatnya jumlah pengangguran, baik di kota maupun di desa. Pengangguran di Indonesia tidak semata-mata terjadi karena tidak tersedianya lapangan kerja, tetapi juga disebabkan oleh:
a)     Rendahnya mutu dan kualitas angkatan kerja, baik dari segi pendidikan, keterampilan maupun penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b)     Banyak lulusan pendidikan menengah dan tinggi setiap tahun, namun tidak seimbang dengan jumlah lapangan kerja, sehingga terjadi ketidakseimbagan  antara permintaan dan penawaran di pasar tenaga kerja.
Ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja atau kesempatan kerja, antara lain:
a)     Peningakatan pendidikan
b)     Pemberian kursus-kursus keterampilan
c)     Pemerataan pembangunan
d)     Proyek-proyek padat karya
e)     Pemberian kredit-kredit usaha kecil dan menengah

5.     Masalah Pemerataan Pembangunan
Pembangunan yang tidak merata mengakibatkan terjadinya jurang pemisah antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, antara perkotaan dan pedesaan. Maka pemerintah mengambil kebijakan untuk mengatasi hal-hal tersebut melalui delapan jalur pemerataan, yaitu:
a)     Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan perumahan.
b)     Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
c)     Pemerataan pembagian pendapatan.
d)     Pemerataan kesempatan kerja.
e)     Pemerataan kesempatan berusaha.
f)      Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
g)     Pemerataan pembangunan keseluruh wilayah tanah air.
Pemerataan kesempatan untuk memperoleh keadilan.

KEBIJAKAN PEMERINTAH DIBIDANG EKONOMI
        Suatu negara yang memiliki pendapatan nasional yang besar menunjukkan bahwa negara tersebut mengalami kemakmuran. Saat ini perekonomian Indonesia sedang menuju ke arah yang lebih baik. Ini bisa dilihat dari semangkin meningkatnya PDB (Produk Domestik Bruto) indonesia dari tahun ke tahun. Untuk menjaga atau pun memperbaiki dan meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia pemerintah memiliki beberapa kebijakan. Di antaranya adalah Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal.
        Kebijakan Moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untukmencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.
        Bank Sentral di Indonesia yaitu Bank Indonesia yang memiliki kebijakan moneter memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No.3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang. Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Jumlah uang yang beredar dipengaruhi oleh Bank Indonesia. Jadi Bank Indonesia dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Selain  dengan langsung menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang beredar juga dapat menggunakan BI Rate. BI Rate adalah instrumen dari pemerintah untuk acuan seberapa besar bunga simpanan jangka pendek, misalnya Surat Berharga Indonesia. Biasanya bank-bank umum akan menaikkan atau menurunkan suku bunganya seiring dengan naik atau turunnnya BI Rate. Saat BI Rate diturunkan maka suku bunga kredit juga turun sehingga investasi ikut turun.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBMp2Hk-4V041uu4MpEu7qciE0dxIOCZ5TDDYLl5_Dq-NzE2jEm20IvztNQR5IXe5yISYZ9_iF5ErD0HfBuJe49zq_pZXIXRa_kuEnanhyphenhyphenXPV9DJVvGuWcvy3VLjP9sLYwwn86LwgSy426/s200/22BI.jpg
        Kebijakan Fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan menstabilkan perekonomian dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
        Contoh dari kebijakan fiskal yang dibuat oleh pemerintah salah satunya adalah BLT(Bantuan Langsung Tunai). Banyak orang yang menganggap bahwa BLT hanya bantuan untuk rakyat yang kurang mampu. Sebenarnya tujuan pemerintah memberikan BLT diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat maka daya beli mereka juga semakin meningkat. Dengan demikian permintaan dari masyarakat juga meningkat. Meningkatnya permintaan dari masyarakat akan mendorong produksi yang ada sehingga proses ekonomi di Indonesia akan menjadi lancar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikYVawPoOKgdYZWWF3xJsZpy3JiY1Qp8h5vJXOQbLWnt9EhmMMXXvXpyFrYxOOinPTxWG3Cu66kEhOPDQPZ2uMe_qbY1dgv274Q4sI5qcWu9OZjJuuhnlvEY914-devQm_XtJzXl361liE/s200/money-2.jpg
        Dapat disimpulkan bahwa kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah dapat dikatakan berhasil bila dipikirkan dengan akal sehat. Karena apabila seseorang memiliki pendapatan yang besar maka pengeluarannya akan semakin besar. Sedangkan kebijakan Moneter yang dilakukan Bank Indonesia masih perlu ditingkatkan dikarenakan sering berubahnya harga barang-barang di pasar.

BANK SOAL
1.      Ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat, merupakan pengertian ekonomi menurut...
a.        Paul A. Samuelson
b.      Bahasa
c.       Istilah
d.      Semlok
Kunci : a

2.      ekonomi berasal dari bahasa yunani, yakni oikos yang berarti aturan dan nomos yang berarti rumah tangga, merupakan pengertian ekonomi menurut...
a.       Paul A. Samuelson
b.      Bahasa
c.       Istilah
d.      Semlok
Kunci : b
3.      ekonomi berarti segala upaya yang dilakukan manusia agar kebutuhannya tercapai, merupakan pengertian ekonomi menurut...
a.       Paul A. Samuelson
b.      Bahasa
c.       Istilah
d.      Semlok
Kunci : c
4.      Yang bukan merupakan jenis analisi ekonomi  adalah...
a.       Ekonomi Teori
b.      Ekonomi Murni
c.       Ekonomi Deskriptif
d.      Ekonomi Terapan
Kunci : b
5.       Pengertian dan perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro terletak pada...
a.       ruang lingkup kajian ekonomi
b.      objek material ekonomi
c.       cara pandang ekonomi
d.      contoh dan penerapannya
Kunci : a
6.      yang merupakan permasalahan ekonomi makro adalah...
a.       masalah harga dasar dan harga tertinggi
b.      meningkatkan permintaan beras
c.       kenaikan harga bahan bakar minyak
d.      masalah kependudukan
Kunci : d
7.      yang bukan kebijakan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan adalah...
a.       kebijakan trilogi pembangunan
b.      kebijakan impres desa tertinggal
c.       pemberian beras raskin
d.      pemberdayaan koperasi
Kunci : c
8.      upaya yang dilakukan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja,  kecuali...
a.       peningkatan pendidikan
b.      pemberian kursus-kursus keterampilan
c.       pemeratan pembangunan
d.      memperkecil lapangan pekerjaan

Kunci : d


Tidak ada komentar :

Posting Komentar