MAKALAH EKONOMI
KEBIJAKAN
PEMERINTAH DIBIGANG EKONOMI
DI SUSUN OLEH :
1.
AIDINA EKA KARINA (01)
2.
GITA DEWI PRIYONO (10)
3.
SRI YULIANI (28)
4.
WIDI AULIA SARI (30)
SMA NEGERI 1 BATANG
TAHUN AJARAN 2012/2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmatnya maka penulis
dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “KEBIJAKAN
PEMERINTAH DI BIDANG EKONOMI
”
Penulisan makalah
adalah merupakan salah satu tugas Ekonomi.
Dalam penulisan
makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yag di miliki penulis. Untuk
itu kritik dan saran dari semua pihak sangat-sangat penulis harapkan demi
penyempurnaan pembuatan makalah ini
Dalam penulisan
makalah ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Hj. Maryati selaku
guru ekonomi dan akuntansi di SMA N 1 BATANG
2. Rekan-rekan atau semua
teman-teman kelas yang telah
banyak membantu.
3. Secara khusus penulis menyampaikan
terimaksaih kepada keluarga tercinta yang telah memberikan dorongan bantuan
serta pengertian yang besar kepada penulis, baik Selama mengikuti pendidikan
maupun dalam menyelesaikan makalah ini.
4. Semua pihak yang tidak dapat di
sebutkan satu persatu, yan telah memberikan bantuan dalam penulisan makalah
ini.
Sudah tentu kekurangan – kekurangan
akan terdapat dalam laporan ini. Karena itu, saran dan kritik yang sifatnya
membangun dari setiap pembaca sangat penulis harapkan, demi kesempurnaan laporan ini, terima kasih.
Penulis
PETA KONSEP
PENGERTIAN EKONOMI
#Menurut
bahasa dan istilah
Secara bahasa ekonomi berasal dari bahasa yunani,
yakni oikos yang berarti aturan dan nomos yang berarti rumah tangga. Dengan
demikian secara sederhana ekonomi memiliki arti sebagai aturan yang mengatur
keuangan rumah tangga. Sedangkan secara istilah ekonomi berarti segala upaya
yang dilakukan manusia agar kebutuhannya tercapai.
# PAUL A. SAMUELSON
Ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan
kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh
berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat
3 ANALISI DALAM MEMPELAJARI EKONOMI
Saat kita belajar ekonomi kita melakukan beberapa
analisis yang disebut analisa ekonomi.Ada beberapa jenis analisis ekonomi
yakni:
1. Ekonomi Teori (economics analysis) yaitu ilmu yang
menerangkan hubungan peristiwa-peristiwa ekonomi dan kemudian merumuskan
hubungan-hubungan itu dalam suatu hubungan ekonomi.contoh: hukum permintaan,
hukum penawaran,teori produksi,dan lain-lain.
2. Ekonomi Deskriptif (deskriptive economics), yaitu
ilmu yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dari perekonomian
tsb.Contohnya: keadaan petani di Klaten,inflasi tahun 1997,dst.
3. Ekonomi Terapan (applied economics), yaitu ilmu
ekonomi yang menelaah kebijakan-kebijakan yang perlu dilaksanakan dalam
mengatasi masalah-masalah ekonomi.
contoh: ekonomi moneter, ekonomi koperasi, ekonomi perusahaan,dll
contoh: ekonomi moneter, ekonomi koperasi, ekonomi perusahaan,dll
SEJARAH EKONOMI MIKRO DAN MAKRO
Ilmu ekonomi lahir karena adanya kelangkaan,
dimana kebutuhan tidak dapat dicukupi oleh sumberdaya yang ada. Upaya untuk
memenuhi kelangkaan tersebut mendorong munculnya benturan kepentingan antara
pelakunya, hal ini karena pada dasarnya manusia itu serakah, ingin memiliki
lebih dari yang lain atau dalam bahasa ekonomi disebut profit. Para pelaku
ekonomi ntah itu individu, perusahaan maupun pemerintah pada prinsipnya
menginginkan hal yang sama, yaitu keuntungan. Nama dan jenis keuntungan ini
kemudian dibedakan menjadi gaji/upah, bunga, dividen, sewa dan pajak sesuai
dengan pelaku yang memperolehnya. Pertarungan (perilaku) pelaku-pelaku dalam
upaya mencukupi kelangkaan yang ada dan profit yang ingin didapatkan serta
pengaruhnya masing-masing adalah tema yang dipelajari oleh ilmu ekonomi.
Kemudian pada perkembangannya kita mengenal
pembedaan Ekonomi Mikro dan Makro. Pembedaan ini didasarkan pada penekanan tema
pembahasan oleh para pakar ekonomi. Kelompok ekonomi mikro menekankan
analisisnya pada prilaku individu seperti perusahaan (produsen), tenaga kerja
dan konsumen dalam konteks yang lebih terbatas (industri). Sedangkan kelompok
ekonomi makro, fokusnya adalah bagaimana prilaku para agen ekonomi dalam
konteks agregat (keseluruhan).
Hal lain yang membedakan kedua teori ini
adalah penggunaan asumsi-asumsi. Teori Ekonomi Mikro (Teori Ekonomi Klasik)
memiliki asumsi bahwa struktur pasar merupakan persaingan sempurna, informasi
bersifat sempurna dan simetris, input dan output adalah homogen, para pelaku
ekonomi bersifat rasional dan bertujuan memaksimumkan keuntungan. Kemudian,
teori ini juga berasumsi bahwa proses penyesuaian lewat mekanisme pasar dapat
tercapai seketika itu juga serta uang hanya berfungsi sebagai alat transaksi.
Teori Klasik menekankan masalah ekonomi pada sisi penawaran saja. Paham klasik
ini dipelopori oleh Adam Smith (1723-1790) melalui bukunya An Inquiry into the
Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776) yang diikuti oleh beberapa
ekonom antara lain Jean Baptiste Say (1767-1832) yang dikenal dengan Say’s Law
: “…supply creates it’s own demand…” dalam bukunya A Treatise on Political
Economy (1803) hingga ekonom A.C.Pigou (1877-1959)
Sementara itu Teori Ekonomi Makro lahir
sebagai kritik terhadap teori ekonomi klasik akibat terjadinya Great Depression
pada periode 1929-1933. Kelompok ini dipeloporin oleh John Maynard Keynes
seorang ekonom Inggris melalui bukunya The General Theory of Employment,
Interest and Money (1936). Kaum Keynesian berpandangan bahwa struktur pasar cenderung
monopolistik, informasi tidak sempurna dan asimetris. Sementara itu input dan
output yang dipertukarkan juga heterogen. Uang pun tidak hanya dipandang
sebagai alat transaksi belaka namun juga sebagai penyimpan nilai yang
memungkinkan uang digunakan sebagai alat untuk memperoleh keuntungan melalui
tindakan spekulasi. Dari asumsi-asumsi ini, Keynesian berpendapat bahwa peranan
pemerintah dibutuhkan dalam mengelola perekonomian melalui instrument kebijakan
fiskal dan moneter.
Berdasarkan pemahamannya, maka cara paling
mudah untuk melihat apakah sebuah model ekonomi merupakan model Klasik atau
model Keynesian dapat dilihat dari asumsi yang digunakan oleh model tersebut
terhadap pasar dan uang. Bila pasar diasumsikan berstruktur persaingan sempurna
sehingga intervensi pemerintah hampir tidak dibutuhkan, dan uang bersifat
netral maka dapat disimpulkan model tersebut adalah model klasik. Sebaliknya
bila pasar diasumsikan berstruktur bukan persaingan sempurna, uang tidak netral
dan campur tangan pemerintah dibutuhkan dalam perekonomian maka model tersebut
adalah model Keynesian.PENGERTIAN EKONOMI MIKRO DAN MAKRO
Secara garis besar ilmu ekonomi dapat dipisahkan menjadi dua yaitu ilmu ekonomi mikro dan ilmu ekonomi makro. Pengertian dan perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro terletak pada ruang lingkup kajian ekonomi. Berikut adalah pengertian dan perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro:
Ekonomi Makro
Ekonomi Makro, mengkaji mempelajari variabel-variabel ekonomi secara agregat (keseluruhan). Variabel-variabel yang juga berdampak atas beragam tindakan pemerintah tersebut, antara lain: pendapatan nasional, kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, laju inflasi, pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasional.
Ruang lingkup kajian ekonomi makro adalah usaha masyarakat dan pemerintah dalam mengelola faktor produksi secara efisien. Landasan kajian ekonomi makro adalah teori Keynes Ekonomi makro memusatkan perhatian pada usaha masyarakat sebagai satu kesatuan untuk melakukan efisiensi dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang tersedia.
Ekonomi Mikro
Ekonomi Makro, mempelajari variabel-variabel ekonomi dalam lingkup kecil misalnya perusahaan, rumah tangga. Ekonomi mikro juga mempelajari bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut memengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran dan permintaan barang dan jasa selanjutnya.
Ruang lingkup kajian ekonomi mikro adalah produsen dan konsumen. Tradisi berlandaskan teori Adam Smith. Ekonomi mikro dengan demikian memiliki ruang lingkup pada produsen dan konsumen. Produsen dan konsumen tersebut dalam dunia ekonomi yang nyata adalah individu-individu pada rumah tangga keluarga, masyarakat, atau perusahaan.
Perbedaan ekonomi mikro dan ekonomi makro
Harga
Ekonomi Mikro: Harga ialah nilai dari suatu komoditas (barang tertentu saja).
Ekonomi Makro: Harga adalah nilai dari komoditas secara agregat (keseluruhan)
Unit analisis
Ekonomi Mikro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomi secara individual. Contohnya permintaan dan dan penawaran, perilaku konsumen, perilaku produsen, pasar, penerimaan, biaya dan laba atau rugi perusahaan.
Ekonomi Makro: Pembahasan tentang kegiatan ekonomisecara keseluruhan. Contohnya pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, investasi dan kebijakan ekonomi.
Tujuan analisis
Ekonomi Mikro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang cara mengalokasikan sumber daya agar dapat dicapai kombinasi yang tepat.
Ekonomi Makro: Lebih memfokuskan pada analisis tentang pengaruh kegiatan ekonomi terhadap perekonomian secara keseluruhan.
MASALAH EKONOMI YANG DIHADAPI PEMERINTAH DI BIDANG MIKRO DAN MAKRO
A. Permasalahan Ekonomi Mikro
1.
Masalah harga dasar dan harga tertinggi
Tujuan penentuan harga dasar (Floor Price) adalah untuk melindungi produsen. Misalkan pada saat musim panen, maka harga beras menjadi turun sehingga para petani mengalami kerugian. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menentukan harga dasar beras untuk membantu para petani. Sedangakan tujuan penentuan harga tertinggi untuk melindungi konsumen. Pemerintah perlu menetapkan harga tertinggi untuk melindungi konsumen.
Tujuan penentuan harga dasar (Floor Price) adalah untuk melindungi produsen. Misalkan pada saat musim panen, maka harga beras menjadi turun sehingga para petani mengalami kerugian. Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah menentukan harga dasar beras untuk membantu para petani. Sedangakan tujuan penentuan harga tertinggi untuk melindungi konsumen. Pemerintah perlu menetapkan harga tertinggi untuk melindungi konsumen.
2.
Meningkatkan permintaan beras
Gagal panen menyebabkan penawaran beras berkurang sehingga harga beras naik. Untuk mengatasinya pemerintah melakukan impor beras untuk menambah jumlah penawaran beras sehingga harga bisa stabil.
Gagal panen menyebabkan penawaran beras berkurang sehingga harga beras naik. Untuk mengatasinya pemerintah melakukan impor beras untuk menambah jumlah penawaran beras sehingga harga bisa stabil.
3.
Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)
Dengan naiknya harga BBM para pengusaha angkutan akan menaikan tarif angkutannya, sehingga masyarakatlah yang dirugikan, maka pemerintah bersama pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif umum.
Dengan naiknya harga BBM para pengusaha angkutan akan menaikan tarif angkutannya, sehingga masyarakatlah yang dirugikan, maka pemerintah bersama pengusaha angkutan melakukan penyesuaian tarif umum.
4.
Masalah Monopoli
Praktik monopoli mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang jasa tertentu, sehingga merugikan masayarakat, mempersempit peluang usaha, maka pemerintah membuat peraturan, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
Praktik monopoli mengakibatkan penguasaan pasar terhadap barang jasa tertentu, sehingga merugikan masayarakat, mempersempit peluang usaha, maka pemerintah membuat peraturan, yaitu UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang larangan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
5. Masalah Distribusi
Jalur distribusi yang panjang akan mengakibatkan harga barang mahal, maka pemerintah dan swasta memperpendek jalur distribusi.
Jalur distribusi yang panjang akan mengakibatkan harga barang mahal, maka pemerintah dan swasta memperpendek jalur distribusi.
B. Permasalahan Ekonomi Makro
Ada lima masalah utama yang dihadapi pemerintah
dibidang ekonomi antara lain:
1.
Masalah Kependudukan
Secara
garis besar, ada lima masalah kependudukan yang dihadapi pemerintah, yaitu:
a)
Jumlah penduduk yang sangat besar.
Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk terbesar di dunia, sehingga banyak persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi.
Indonesia merupakan salah satu negara yang berpenduduk terbesar di dunia, sehingga banyak persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembangunan ekonomi.
b)
Laju pertumbuhan penduduk yang pesat.
Indonesia tergolong negara yang laju pertumbuhan penduduknya pesat.
Indonesia tergolong negara yang laju pertumbuhan penduduknya pesat.
c)
Komposisi penduduk menurut umur yang tidak menguntungkan.
Usia muda berada dalam jumlah yang paling besar. Berarti penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun semakin meningkat dan kebutuhan akan lapangan kerja semakin besar pula.
Usia muda berada dalam jumlah yang paling besar. Berarti penduduk yang masuk angkatan kerja setiap tahun semakin meningkat dan kebutuhan akan lapangan kerja semakin besar pula.
d)
Penyebaran penduduk yang tidak merata
Sekitar 70% penduduk di Indonesia berada di Pulau Jawa, ini membuat potensi alam yang ada di luar pulau jawa tidak dikelola secara optimal.
Sekitar 70% penduduk di Indonesia berada di Pulau Jawa, ini membuat potensi alam yang ada di luar pulau jawa tidak dikelola secara optimal.
e)
Arus urbanisasi yang relatif tinggi.
Penduduk
perkotaan berkembang semakin pesat karena sebagian masyarakat
berbondong-bondong pindah ke kota untuk mencari pekerjaan. Untuk mengatasi
persoalan kependudukan di atas, maka pemerintah melakukan berbagai kebijakan,
yaitu:
Mengendalikan tingkat kelahiran dengan program keluarga berencana
Menurunkan tingkat kematian ibu dan anak melalui program peningkatan gizi
keluarga
Mengadakan transmigrasi lokal maupun nasiaonal untuk pemerataan penyebaran
penduduk
Menyelenggarakan proyek-proyek di daerah serta proyek padat karya untuk
Meningkatkan taraf hidup masyarakat dan
mengurangi arus urbanisasi.
2.
Masalah Kemiskinan
Kemiskinan
adalah manifestasi dari keadaan kekurangan dan keterbelakangan masyarakat.
Beberapa kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan, antara
lain:
a)
Kebijakan Trilogi Pembangunan
b)
Kebijakan Impres Desa Tertinggal
c)
Pemberian Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP)
d)
Kebijakan Intensifikasi Khusus (Insus)
e)
Pemberdayaan Koperasi
f)
Pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK)
g)
Pengembangan Kawasan Terpadu
h)
Program Bapak Angkat Untuk Usaha Kecil
3. Masalah Keterbelakangan
Indonesia masih termasuk negara keterbelakang dalam
bidang:
a) Pendidikan, Tingakat
pendidikan masih rendah, karena sebagian besar penduduk Indonesia hanya
mengenyam pendidikan dasar.
b) Kesehatan, Tingakt kematian
yang masih cukup tinggi, disebabkan karena keternbatasan obat-obatan, tenaga
medis, dan peralatan medis.
c) Kemajuan Teknologi,
Indonesia masih banyak mendatangkan tenaga ahli dari luar negeri untuk jenis
pekerjaan tertentu. Peralatan mesin-mesin yang berteknologi tinggi pun masih
didatangakn dari luar negeri.
d) Sikap Mental Ekomomi,
Indonesia saat masih menduduki tingkat yang tinggi dalam hal korupsi, kolusi
dan nepotisme. Masih banyak juga penpuan dan pemalsuan terhadap produk-produk
yang resmi. Banyak kegiatan pembajakan karya cipta dan disiplin kerja rendah.
e) Ekonomi, Rendahnya
pendapatan per kapita, banyaknya pengangguran, terbatasnya pasar untuk produk
dalam negeri, tingkat manajemen, dan profesionalisme yang rendah.
4. Masalah Lapangan Pekerjaan
Dampak dari krisis ekonomi adalah meningkatnya jumlah
pengangguran, baik di kota maupun di desa. Pengangguran di Indonesia tidak
semata-mata terjadi karena tidak tersedianya lapangan kerja, tetapi juga
disebabkan oleh:
a) Rendahnya mutu dan kualitas
angkatan kerja, baik dari segi pendidikan, keterampilan maupun penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
b) Banyak lulusan pendidikan
menengah dan tinggi setiap tahun, namun tidak seimbang dengan jumlah lapangan
kerja, sehingga terjadi ketidakseimbagan antara permintaan dan penawaran
di pasar tenaga kerja.
Ada beberapa upaya yang dilakukan pemerintah dalam
menciptakan lapangan kerja atau kesempatan kerja, antara lain:
a) Peningakatan pendidikan
b) Pemberian kursus-kursus
keterampilan
c) Pemerataan pembangunan
d) Proyek-proyek padat karya
e) Pemberian kredit-kredit
usaha kecil dan menengah
5. Masalah Pemerataan
Pembangunan
Pembangunan yang tidak merata mengakibatkan terjadinya
jurang pemisah antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, antara
perkotaan dan pedesaan. Maka pemerintah mengambil kebijakan untuk mengatasi
hal-hal tersebut melalui delapan jalur pemerataan, yaitu:
a) Pemerataan pemenuhan
kebutuhan pokok rakyat banyak, khususnya pangan, sandang dan perumahan.
b) Pemerataan kesempatan
memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
c) Pemerataan pembagian
pendapatan.
d) Pemerataan kesempatan
kerja.
e) Pemerataan kesempatan
berusaha.
f) Pemerataan kesempatan
berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
g) Pemerataan pembangunan
keseluruh wilayah tanah air.
Pemerataan
kesempatan untuk memperoleh keadilan.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DIBIDANG EKONOMI
Suatu negara yang memiliki
pendapatan nasional yang besar menunjukkan bahwa negara tersebut mengalami
kemakmuran. Saat ini perekonomian Indonesia sedang menuju ke arah yang lebih
baik. Ini bisa dilihat dari semangkin meningkatnya PDB (Produk Domestik Bruto)
indonesia dari tahun ke tahun. Untuk menjaga atau pun memperbaiki dan
meningkatkan kualitas perekonomian Indonesia pemerintah memiliki beberapa
kebijakan. Di antaranya adalah Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal.
Kebijakan Moneter adalah
proses mengatur persediaan uang sebuah negara untukmencapai tujuan tertentu;
seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan
moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi
secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk
mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur
keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat
terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam
pasokan/distribusi barang.
Bank Sentral di Indonesia
yaitu Bank Indonesia yang memiliki kebijakan moneter memiliki tujuan untuk
mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum
dalam UU No.3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Untuk mencapai tujuan
tersebut, sejak 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter
dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang. Peran kestabilan nilai
tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan.
Jumlah uang yang beredar dipengaruhi oleh Bank Indonesia. Jadi Bank Indonesia
dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Selain dengan langsung
menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar, mengatur jumlah uang yang
beredar juga dapat menggunakan BI Rate. BI Rate adalah instrumen dari
pemerintah untuk acuan seberapa besar bunga simpanan jangka pendek, misalnya
Surat Berharga Indonesia. Biasanya bank-bank umum akan menaikkan atau
menurunkan suku bunganya seiring dengan naik atau turunnnya BI Rate. Saat BI
Rate diturunkan maka suku bunga kredit juga turun sehingga investasi ikut
turun.
Kebijakan Fiskal merujuk
pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara
melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah. Kebijakan fiskal
berbeda dengan kebijakan moneter, yang bertujuan menstabilkan perekonomian
dengan cara mengontrol tingkat bunga dan jumlah uang yang beredar. Instrumen
utama kebijakan fiskal adalah pengeluaran dan pajak. Kebijakan fiskal merupakan
kebijakan yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Contoh dari kebijakan
fiskal yang dibuat oleh pemerintah salah satunya adalah BLT(Bantuan Langsung
Tunai). Banyak orang yang menganggap bahwa BLT hanya bantuan untuk rakyat yang
kurang mampu. Sebenarnya tujuan pemerintah memberikan BLT diharapkan mampu
meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan meningkatnya pendapatan masyarakat
maka daya beli mereka juga semakin meningkat. Dengan demikian permintaan dari
masyarakat juga meningkat. Meningkatnya permintaan dari masyarakat akan
mendorong produksi yang ada sehingga proses ekonomi di Indonesia akan menjadi
lancar.
Dapat disimpulkan bahwa
kebijakan fiskal yang dilakukan oleh pemerintah dapat dikatakan berhasil bila
dipikirkan dengan akal sehat. Karena apabila seseorang memiliki pendapatan yang
besar maka pengeluarannya akan semakin besar. Sedangkan kebijakan Moneter yang
dilakukan Bank Indonesia masih perlu ditingkatkan dikarenakan sering berubahnya
harga barang-barang di pasar.
BANK SOAL
1.
Ekonomi merupakan cara-cara yang dilakukan oleh manusia dan
kelompoknya untuk memanfaatkan sumber-sumber yang terbatas untuk memperoleh
berbagai komoditi dan mendistribusikannya untuk dikonsumsi oleh masyarakat,
merupakan pengertian ekonomi menurut...
a.
Paul A. Samuelson
b.
Bahasa
c.
Istilah
d.
Semlok
Kunci : a
2.
ekonomi berasal dari bahasa yunani, yakni oikos yang
berarti aturan dan nomos yang berarti rumah tangga, merupakan pengertian ekonomi menurut...
a.
Paul A. Samuelson
b.
Bahasa
c.
Istilah
d.
Semlok
Kunci : b
3.
ekonomi berarti segala upaya yang dilakukan manusia
agar kebutuhannya tercapai, merupakan pengertian ekonomi
menurut...
a.
Paul A. Samuelson
b.
Bahasa
c.
Istilah
d.
Semlok
Kunci : c
4.
Yang bukan merupakan jenis analisi ekonomi
adalah...
a.
Ekonomi Teori
b.
Ekonomi Murni
c.
Ekonomi Deskriptif
d.
Ekonomi Terapan
Kunci : b
5.
Pengertian dan perbedaan ekonomi
makro dan ekonomi mikro terletak pada...
a.
ruang lingkup kajian ekonomi
b.
objek material ekonomi
c.
cara pandang ekonomi
d.
contoh dan penerapannya
Kunci : a
6.
yang merupakan permasalahan ekonomi makro adalah...
a.
masalah harga dasar dan harga tertinggi
b.
meningkatkan permintaan beras
c.
kenaikan harga bahan bakar minyak
d.
masalah kependudukan
Kunci : d
7.
yang bukan kebijakan pemerintah dalam mengatasi kemiskinan adalah...
a.
kebijakan trilogi pembangunan
b.
kebijakan impres desa tertinggal
c.
pemberian beras raskin
d.
pemberdayaan koperasi
Kunci : c
8.
upaya yang dilakukan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja, kecuali...
a.
peningkatan pendidikan
b.
pemberian kursus-kursus keterampilan
c.
pemeratan pembangunan
d.
memperkecil lapangan pekerjaan
Kunci : d



Tidak ada komentar :
Posting Komentar