Selasa, 15 April 2014

Contoh Cerpen

#Sekedar info, Ini kisah nyata lohh....semoga membantu teman-teman semua ^mwah :* (idihh, jijay lo.. ^byarinn weekk :p)

Jam Tambahan

Namaku Widi Aulia sari,biasa di panggil widi. Gini sob, aku punya beberapa cerita menarik dalam hidupku, saking banyaknya aku jadi bingung mau milih yang mana, buat aku certain kepada kamu! Berhubung saat ini sedang musim ujian sekolah, pasti donk selalu ada jam tambahan di sekolah. Naah… aku mau cerita nih! And so pasti masih berbuhungan dengan ujian sekolah, come on let’s do it!
            Dulu saat aku masih duduk di bangku SD, aku punya beberapa teman yang sangat akrab. Saking akrabnya mereka sudah aku anggap seperti saudara. Aku, Yuli, Dwi, dan Retno selalu bersama,karena kita memang sudah bersama sejak duduk dibangku TK. Jika ada yang berani membuat masalah pada salah satu diantara kami, maka mereka akan siap – siap menerima sesuatu yang kurang menyenangkan dari kami. Hehehe.... makanya jangan macam-macam.
Saat aku kelas enam SD, menjelang ujian sekolah dan ujian nasional, pastinya sekolah ngadain program jam tambahan donk. inilah awal dari sebuah pengalaman yang sangat membanggakan, What... membanggakan? Perlu digaris bawah kata-kata ini,yang dimaksud bukan membanggakan tapi memalukan. Siapa yang bertanggung jawab dalam bidang editing, siapa? Nggak ada yang ngaku lagi, ya udah daripada ngurusin tim editing yang salah, mending kita lanjut ceritanya.  Suara berisik dan gaduh selalu terjadi saat akan dimulai jam tambahan. Sebenarnya males juga sih ikut program jam tambahan. Soalnya gurunya sob! Mending kalo gurunya cantik dan kalem. Lha ini sudah orang item, serem, killer lagi. Apa nggak ngeri coba?.
” Eh..eh.., udah siap mental, buat ikut jam tambahan ini ?” seru Yuli menanyaiku.
” Siap bro, don’t worry be happy. Hehehe..? “jawabku.
“Tapi ingat rencana kita kan?” tanya Dwi .
” rencana apaan?dan siapa yang terlibat?” Tambah retno.
 “Aduuuuhhh, rencana yang pagi tadi itu lho! Makannya jangan perut aja yang dipikirin.” Seru aku sambil meremas kertas didepan muka Retno.
Penasaran kan, dengan rencana kami? Eitss jangan sedih aku bakalan kasih tau kok, tapi jangan bilang siapa-siapa yaa!. Gini, jadi tadi pagi itu aku and the gank sudah menyiapkan sesuatu yang dapat membuat guru itu nggak betah berada dikelas, supaya jam tambahan dibatalkan dan kita semua dapat pelang lebih awal. Saat kami bertanya kapada teman sekelas untuk gabung, eeehhh aku pikir mereka bakal nolak, ternyata mereka dengan senang hati ikut bergabung dengan kami. Makin mulus deh, rencananya.
” Bu guru datang!”seru retno.
“ siap yaa?” tanya Dwi,
“siip dech ;)” jawabku.
 Jam tambahan pun di mulai.
 “ siang anak-anak?” ucap bu guru,
 “siang bu!” jawab kami dengan kompak.
Saat bu guru mulai membuka soal dan mulai memberi pertanyaan kepada satu persatu murid, saat inilah rencana kami dijalankan. Kami, siswa satu kelas, hanya diam saja. Walupun guru itu bertanya pada kami.
“sekarang buka buku paket halaman 105!” seru bu guru. Tapi kami hanya diam saja, lalu ibu guru mengulangi dengan suara yang sangat lantang.
“ya buk!” jawab kami.
“iya – iya, ayo cepat jangan hanya ngomong iya aja!, kamu (aduuh.. gawat, dia nunjuk ke arah ku lagi)! Cepat keluarkan buku paket milikmu’! pinta bu guru. Belum juga aku masukin tangan ke dalam tas, langsung deh dia datang menuju depan mejaku dan berteriak.
“cepat ambil bukumu!”.
“( senyum meringis :D) hehehe... saya lupa bawa buku paket” .dalam hati aku bersuara bahwa sebenarnya aku bawa buku paket, supaya bu guru cepat marah dan pergi meninggalkan kelas, aku bilang aja aku nggak bawa.
“cengengas – cengenges, sudah tau salah masih bisa senyum. Yang lain dimana buku kalian, apa nggak bawa juga?”.
“iya bu..!” jawab mereka dengan kompak. Aku bingung , kenapa ya teman-temanku selalu kompak untuk urusan yang kurang baik, aahhh bodo amat yang penting kita lanjut ceritanya. Karena sudah tidak kuat dengan sikap murid-murid, bu guru pergi menginggalkan ruang kelas dan pergi keluar menuju kantor guru.
 “Asiiikkk.. rencana kita berhasil”, ujar yuli kegirangan.
 Teman-teman sekelas juga ikut senang. “tapi tunggu dulu, apa yang akan bu guru lakukan setelah ini?” Tanya aku.
 “ ya udah si biar, yang penting kita sudah terbebas dari guru killer itu?” Seru Dwi,
 “ ya, betul itu!” tambah retno.
Sebenarnya aku sedikit takut sih, karena apa? nggak mungkin bu guru membiarkan kami begitu saja, Dia pasti sedang melakukan sesuatu.
 Dalam hati aku berdoa,” tuhan tolong jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpa kami, setelah apa yang kami lakukan terhadap bu guru”.
Eeehhh.. belum selesai do’a juga bu guru sudah muncul, pakai acara ditemenin bu kepala sekolah lagi. Huiiihh.. sesuatu yang aku bayangin tadi, bakal terwujud.
Suasana mejadi tenang dan hening, semua siswa menghela napas panjang. Mulai dech, bu kepala sekolah memberi nasehat keoada kami semua, dan yang mengejutkan adalah ketika buguru meminta maaf kepada kami semua, sangat mengharukan, seperti disetro-sinetron gitu dech.
” maafin ibu yaa, mungkin selama ini cara membimbing ibi salah atau memang ibu kurang dapat mengerti kalian semua”. Pinta bu guru dengan suara lembut.
 Mendengar hal itu kita menjadi merasa bersalah karena telah melukai hati ibu guru.
 “ yaa bu, kami maafkan!” jawab kami semua kompak bagaikan tim paduan suara. Jam tambahan pun dilanjutkan, dan bu guru berubah menjadi sedikit perhatian kepada kami.walaupun sedikit perilaku ibu guru yang berubah, kami sangat senang dan sangat bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa(alay sedikit boleh yaa..), Dan setelah kejadian itu, aku dan teman-teman kapok tidak mau lagi merencanakan sesuatu untuk perbuatan yang kurang baik.



            Nah.. gitu ceritanya,gimana-gimana.... gaje banget ya !! maklum lah amatiran. mweheheeheh :D
     sobat yang baik jangan ditiru yaa.. cukup aku saja. Ngapain buat rencana yang dapat merugikan orang lain dan tentunya kita juga pasti akan rugi! Buang – buang energi saja. Tapi perlu kalian tahu saja, aku nglakuin hal seperti itu bukan sengaja kok ! tapi karna waktu itu aku dan temen – temen lagi khilaf jadi nggak tahu dech perbuatannya itu benar aja bukan (membela diri), hehehe...

Kalo mau tau kisah menarik apalagi yang aku punya, follow twitter ku @widiaulia911. Itu kalo kamu mau? Kalo nggak juga nggak apa-apa#Eh
 oke .. see you next time, bye-bye.



Tidak ada komentar :

Posting Komentar